Senin, 15 Februari 2010

Sebuah Pemberontakan harus di hentikan

awal ketidak sempurnaan memang berkesan sangat menyakitkan...
di mana sebuah situs jejaringan di jadikan awal persiteruan,,,,

hari ini saya Mr.Wolf akan menceritakan sedikit pengalam mengasikkan di LP3I
hari ini tepatnya tanggal 15 Februari 2010, pukul 7 : 26 wib

sebuah situs jejaringan (Facebook) menyatakan perang dengan kampus LP3I dengan berinisial Kecoak LP3I
dalam sebuah postingannya di http://kecoaklp3i.blogspot.com/ .
menurut hasil penelitian saya (cam beturrrrrrr aja, klen.......)
sebut saja namnya kecoak, ingin mengutarakan rasa kekecewaannya kepada manajemen LP3I di karenakan tidak terpenuhinya kebutuhannya, kecoak melakukan aksinya dengan memberikan komentar - komentar yang menyudutkan LP3I akan janji janjinya ...
jujur saya sendiri tak mengerti apa inti dari semua ini, ya itung" biar terkenal aja Blog ku wkwkwkwk

dalam sebuah postingannya di http://kecoaklp3i.blogspot.com/ sang kecoak menggali informasi dari beberapa mahasiswa yang merasa sependapat dengan dia (sama kecewanya) kemudian mengorbitkan tulisannya di blog ini http://kecoaklp3i.blogspot.com/ , tak kala ia juga memperdebatkannya kembali di situs jejaringan http://www.facebook.com/search/?q=politeknik+medan&init=quick#!/photo.php?pid=51758&id=100000711147497

hal ini memungkinkan timbulnya perselisihan antar mahasiswa
dengan andanya saling beda pendapat,
kalau saya si mempredikisi bakalan ada kejadian seperti ini :

1. para staff LP3I akan mengadakan penelusuran dan pengintrogasian kepada beberapa mahasiswa di karena kan kecurigaan, dan hal ini akan menimbulkan kekacauan. diantara mahasiswa akan saling tuduh menuduh dan saling mencurigai sesama temannya  walaupun dia teman dekatnya

hal ini adalah sebuah awal di mana LP3I akan pecah dan mahasiswanya akan memulai sebuah aksi fisik yang di sebut tauran
dan sebagai korban yang merasa tertuduh dan tidak terima perlakuan staff LP3I akan memulai aksi baru dengan caranya sendiri, yang intinya akan memulai bencana baru yang bahkan lbih mengasikkan lagi eh maaf lebih mengerikan lagi.. hehehehe

2. di karenakan kajadian seperti ini, beberapa mahasiswa akan memulai aksinya di anatranya memberikan kepercayaan kepada sang kecoak bahwa inspirasi dan rasa kecewa meraka di salurkan melalui tulisan. tulisannya lihat di sini http://hadi-fermana.blogspot.com/ dan saya sangat yakin manajemen LP3I akan memanggil siswa yang bersangkutan dan mengintrogasi merka serta memberikan mereka nasehat
menurut hasil riset saya (bacrit....>.<) seorang mahasiswa yang merasa kecewa kepada seseorang (sebut saja organisasi sekolah ini seseorang) tidak akan senang di nasehati, karena di telah merasakan langsung apa yang di kecewakannya...
hal ini juga akan menimbulkan kejadian yang lebih buruk lagi dari awalnya...

3.dengan adanya Komunitas sperti ini mahasiswa akan mulai memperbincangkannya di luar kampus, sehingga banyak masyarakat sekitarnya (calon mahasiswa) akan berpikir 2x jika ingin masuk ke LP3I....
dan bisa saya prediksikan (romie rafael mode on) bahwa LP3I tidak akan memperoleh target yang akan di tentukan ... (kalo yang ini dengar sendiri dari rapat di stia budi)

masih ada berberapa point yang belum saya sampaikan
takutnya kalo di postingkan malah ngantuk pulak la yang baca,.,,

untuk sementara saya akan mengambil kesimpulan dari sebuah fungsi logika milik hadi Fermana blog di http://hadi-fermana.blogspot.com/2009/12/judul-form-berganti-kata.html 
 jika IF1=Staff ikut campur, THEN1=Timbul masalah baru, ELSE IF2=Diam saja tanpa bertindak, THEN2= masalah semakin dalam dan panjang
kesimpulan dari logika saya eh maaf hadi fermana blog
SUM= IF1+THEN2:IF2+THEN1= IF1 THEN1 IF2 THEN2

(Staff harus bertindak tanpa melibatkan mahasiswa maka masalah selesai dan tidak akan timbul masalah baru)

Menurut ahli pisikologi ternama"Ronny Welfrin Sitorus"
1. masalah ini akan terpecahkan jika staff memperbaiki apa kesalahan mereka
    (termasuk saya Ass_lab 4)tanpa harus memperpanjang pedebatan dengan sang kecoak
2. manajemen LP3I harus menyempurnakan manajemen yang masih dianggap mahasiswa kurang dengan cara memberikan sebuah formulir tentang pertanyaan apa yang masih kurang di LP3I menurut mahasiswa
3. staff markeeting harus menata kembali disain brosur rungan yang di perdebatkan Hadi Fermana Blog di http://hadi-fermana.blogspot.com/ , dan mempromosikan lembaga dengan standard apa adanya (jujur saya juga tertipu markeeting saat masuk ke LP3I, tepatnya di bagian desain ruangan tidak sesuai dengan gambar brosur)...

sekian postingan panjang saya, semoga ada yang menerima pendapat saya,,,
dan jangan ngantuk ya bacanya.,... wkwkwkwkwk
maju trus LP3I

9 komentar:

  1. ah
    tuh anak yg nulis terlalu berpikir sempit

    ruangan emang max 25
    kalo kelebihan itu krn mahasiswa nya yg byk ngelamar di lp3i dan kekurangan ruangan. maklum donk

    trus
    masa gara gara mati lampu trus ngumpat sana ngumpat sini. secara lampu dr PLN. ada pun genset itu pun gk semua pull krn keterbatasan daya

    trus dia protes krn di suruh dosen ambil peralatan belajar mengajar. dya mau dan melakukan nya. knp gk tolak saja. kan mahok bener itu org. gambar yg brosur juga beberapa tahun diambil dari pusat, sehingga wajar ada kesalah pahaman.

    majalah yg berserak di perpus. pengguna perpus mang nya siap ambil buku balikin ke tempat nya semula. sblm protes liat situasi dulu bro. jgn protes tanpa tau sebab


    dll lah
    payah kek gini seorang mahasiswa
    protes tanpa melakukan penelitian terlebih dahulu. terakhir kalo gk suka knp gk keluar

    gitu kok repot

    BalasHapus
  2. wow...
    pemikirian yang luas duno
    aku sependapat dengan mu...

    semua berawal karna ada yang mengawali
    semua masalah pasti ada penyebabnya
    semua bentuk pasti ada alasannya
    dan semua tanggung jawab pasti ada manfaatnya

    BalasHapus
  3. kt mahasiswa hrs_a jd penonton yg baik ajj tp klu ad yg ga bener jg kt cukup blg secara langsung namun sopan ga perlu lah ad pmberontakan segala...!!!

    kt satu kmpz..,hrs_a kompak jgn mlh pecah..

    BalasHapus
  4. betur... betur....
    seperti yang saya katakan tadi

    semua berawal karna ada yang mengawali
    semua masalah pasti ada penyebabnya
    semua bentuk pasti ada alasannya
    dan semua tanggung jawab pasti ada manfaatnya

    BalasHapus
  5. saya Hadi Fermana.
    Ingin menanggapi komentar saudara DUNO. Mungkin Anda harus membuka cakrawala berfikir Anda agar lebih luas. Di komentar Anda, Anda selalu mengatakan itu adalah hal yang "Maklum" atau "Wajar". Namun, perlu Anda ketahui. Bagaimana rasanya menjadi seorang mahasiswa yang terus dituntut untuk melakukan kewajiban yang sempurna. Saya, jujur saya merasa sakit. Jika kami terlambat masuk kuliah melebihi tenggang waktu yang telah disepakati (yaitu 15 menit) kami diperintahkan untuk melapor ke BAA atau tidak diperkenanan mengikuti kegiatan kuliah. (Bukankah hal yang wajar jika mahasiswa ada yang terlambat?). Kami, dikenakan denda jika terlambat mengembalikan buku ke perpustakaan walupun hanya satu hari (Bukankah itu juga hal yang wajar, mungkin saja dia belum selesai membaca buku tersebut atau lupa?). Kami tidak diperkenankan mengikuti perkuliahan jika pakaian seragam kami tidak lengakap, walau kami hanya lupa membawa KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) atau dasi dll. (Bukankah hal yang maklum jika mahasiswa tidak melengkapi atribut perkuliahan, mungkin saja dia lupa meletakkan KTM-nya, sehingga pada waktu kuliah tisak memakai KTM. Kami selalu dituntut dosen untuk melakukan setiap tugas-tugas dengan baik dan benar, jika tidak maka tugas tersebut tidak diterima. Bukankah itu hal yang wajar? (coba selami diri Anda pada saat-saat menjadi seorang mahasiswa yang selalu dituntut). Maklum? Wajar?. Kami selalu dituntut dan 'mereka' tidak memaklumi kami sedikitpun. 'Mereka' sekarang kami tuntut dan tidak memaklumi mereka sedikitpun. Terimakasih, pandanglah masalah dengan kedua mata Anda.

    BalasHapus
  6. sebuah postingan emosional yang di dasari dengan fakta
    sungguh sangat amat menyakitkan jika harus merasa terkekang di rumah sendiri

    saya sabagai narator angkat bicara disini
    seorang mahasiswa memliki niat tersendiri untuk melanjutkan studinya

    menurut pendapat saya pribadi tidak selayaknya lagi mahasiswa di perlakukan seperti anak sekolah

    jangan kan mahasiswa, seorang siswa pun merasa bosan jika harus di perlakukan sperti hadi fermana

    seorang manusia dengan tingakatan umur yang tidak lagi di tuntut wajib belajar 9 tahun tidak lagi harus di paksa untuk menaati peraturan

    tujuan utama seorang mahasiswa adalah memperdalam ilmunya

    bukan memperdalam di siplinnya
    jika anda ingin menjadi seorang disiplin
    silahkan anda melamarkan diri anda menajadi seorang militer (pembela negara)

    mahasiswa selalu bertentangan dengan disiplin
    jangan kan di tuntut disiplin
    logikanya saja mengerjakan tugas saja mungkin tidak suka

    apa anda suka jika di anggap sebgai seorang siswa

    A+ untuk anda jika anda suka...
    wkwkwkwk

    saya setuju dengan hadi fermana
    walaupun saya seorang Assisten laboratorium
    bukan berarti saya seorang staff (magang bergaji 500ribu) yang sangat disiplin

    karena atasan saya sendiri terkadang tidak disiplin...
    saya sekarang sakit hati dengan LP3I

    bahkan amat kecewa
    seorang atasan tidak bisa menjadi contoh
    (tidak semua, tapi saya mengatakkannya untuk seseorang...

    BalasHapus
  7. DASAR BOCAH BANYAK CAKAP SEMUA KLEN. NANTI SETELAH KALIAN LULUS KULIAH KALIAN AKAN MERASAKAN HAL YANG SAMA PADA DUNIA KERJA. ITU YG KURASAKAN PADA SAAT DIRIKU MULAI BEKERJA DIINSTANSI NEGERI, MEMBUTUHKAN DISIPLIN SEORANG PEGAWAI.

    SEGITU AJA KW UDAH MINTA AMPUN DAN BANYAK COMPLAIN, BAGAIMANA KLW DIRIMU SUDAH BEKERJA, PALING LO DAPAT SP(SURAT PECAT) BIAR TAU KW YA. LP3I MELAKUKAN ITU BUKAN TANPA SEBAB, MEREKA MELAKUKANNYA ATAS DASAR BAGAIMANA MEMBUAT SEORANG MAHASISWA MENJADI SEORANG PEKERJA YG TERAMPIL, DISIPLIN, DAN JUGA KREATIF.

    WOI KW YG NAMANYA HADI FERMANA, SADAR KW, KW ITU ADALAH MAHASISWA BUKAN ANAK SMA LAGI. FIKIRANMU HARUS MAJU, JNG KW BAWA LAGI GAYA SLENGEAN ANAK SMA.

    AKU SELAKU ALUMNI LP3I, SANGAT KECEWA DENGAN JUNIOR KU. DULU AKU SAMA DNGAN MU,TERLAMBAT HARUS LAPOR KE BAA, TDK LENGKAP SERAGAM DAN SEBAGAINYA... TAPI SETELAH MEMASUKI DUNIA KERJA, AKU BARU SADAR, YG MEREKA LAKUKAN AGAR DIRI KITA DISIPLIN. TAHU WAKTU.

    KITA SEBAGAI MAHASISWA HARUS TAHU HAK DAN KEWAJIBAN KITA, JNG KW LUPA ITU. YA KONTOL... SEKALI LAGI KW HINA ALMAMATER KU SERIBU ALUMNI AKAN MENGHAJAR MU. ANJINK!!!!!

    BalasHapus
  8. gw alumni lp3i ...

    cman kekecewaan yang gw dapet di itu kampus ..

    fasilitas yang memadai ..

    jaminan kerja 100%

    kenyataanya ,,

    fasilitas 0 besar ..

    sampai lulus pun tak dapat kerja ..

    dengan berbagai macam alasan ..

    management yang buruk ..

    tapi harga biaya kuliah yang tinggi ???

    bagi kalian yang kerja bagus, tapi bagaimana yang tidak mendapatkan hak nya ??

    yang kami inginkan adalah solusi dari masalah ..

    bukan di acuhkan ..

    di harap ada perubahan ..


    RegardS : sys007id

    BalasHapus
  9. penempatan krjanya macet !!! staff CnP ny ga BERES !!! kecewa berat ma yg nmny LP3i.. ktny relasi perusahaanny ribuan, cuma tulisan di brosur doank. payah !!!!!!!!!!!!!!!!!

    BalasHapus

HAL TERBAIK UNTUK TEMAN - TEMAN

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Contact form - Powered by Mail-Maniac
Your name
Your email address
Where are you from?
How did you find us?
Comments
Powered by Mail-Maniac, form mail processor