mengapa monitor saya tidak hidup...???
apa yang salah...??
mari kita analisa melalui analisa saya
Mr.Wolf pemberi solusi
Pelacakan Kerusakan
Teknik yang digunakan dalam pelacakan kerusakan adalah teknik
lokalisasi tiap blok rangkaian. Langkah pertama, pastikan bahwa sumber daya
listrik benar-benar ada dan terhubung dengan baik. Apabila Apabila monitor
dinyalakan tidak disambungkan dengan system unit. monitor tidak menampilkan
apapun. Dengan bantuan seperangkat system unit dan pastlkan bahwa Video Card
berfungsi dengan baik gejala apa yanq muncul pada saat Power ON/OFF dinyalakan.
Dari hasil tersebut kita bisa menganalisa bagian apa yang bermasalah.
|
|
Jangan
menyentuh penghantar anoda dari flyback ke CRT sebelum digroundkan,
karena mengandung tegangan tinggi yang besarnya dapat mencapai belasan
kilovolt. Groundkan terlebih dahulu menggunakan kabel yang terisolasi
dengan baik dengan bantuan obeng yang terisolasi baik.
Hubungsingkatkan kapasitor yang
paling besar (pada rangkaian Power Regulator, biasanya bertegangan 400
Volt) dengan tahanan 5 sampai 10 ohm hingga tegangan kapasitor terbuang.
|
Kemungkinan Kerusakan Pada
Monitor
|
No.
|
Masalah
|
Kemungkinan
|
|
1.
|
Indicator padam, layar mati |
- Power Cord AC
- Fuse
- Power Supply |
|
2.
|
Indicator nyala, layar mati |
- Kabel Interface
- Brightness Control
- Horizontal Output
- High Voltage Anode
- CRT |
|
3.
|
Huruf dan atau Objek tidak jelas
dan terputus-putus |
- Contrast Control
- Video Output
- High Voltage Anode
- CRT
- Kabel Interface |
|
4.
|
Layar berbentuk Oval |
- Deflection Yoke
- Vertical Hold
- Vertical Line
- Horizontal Hold |
|
5.
|
Sebagian atas dan bawah layar bergaris
hitam |
- Vertical Hold
- Vertical Line |
|
6.
|
Kedua samping layar bergaris hitam |
- Horizontal Hold |
|
7.
|
Layar memutar terus menerus dari
bawah ke atas atau sebaliknya |
- Horizontal Hold |
|
8.
|
Layar bergaris-garis penuh |
- Horizontal Hold
- Oscilator Hold |
|
9.
|
Layar miring ke kiri atau ke kanan |
- Deflection Yoke |
|
10.
|
Warna Layar tidak teratur, bias
atau samar-samar |
- CRT
- Degaussing Coil
- Rangkaian Matrix RGB |
Praktek Perbaikan Monitor
a. Topik: Power
Regulator
d. Tujuan: Mengenal Bagian Power Regulator
Rangkaian power regulator berfungsi untuk mengubah
tegangan listrik bolak balik(AC) jala-jala menjadi tegangan searah(DC). Nama
lain power regulator adalah catu daya 1 pembagi tegangan. Adapun besamya tegangan
DC yang dihasilkan disesuaikan dengan kebutuhan pada rangkaian yang akan di
catu daya. Didalam, rangkaian regulator (Catu Daya) terbagi atas beberapa
bagian yaitu :
1. Penyearah tegangan.
2. Filter tegangan.
3. Stabilisator tegangan.
4. Pencatu /Output Tegangan
 |
Langkah Pengetesan:
1. Ukur tegangan masuk dari jala-jala(Volt).
2. Ukur tegangan setelah penyearah(Volt)
3. Ukur tegangan pada kaki transistor.
dddC = ....... Volt
dddE = ....... Volt
4. Ukur tegangan pada output regulator.
dd Output 1 = Volt
dd Output 2 = Volt
dd Output 3 = Volt
dd Output 4 = Volt |
Rangkaian Regulator
|
|
Metode Mencari Kerusakan
Nama Blok: Power Regulator
Gejala : Indikator lampmati, layar gelap
 |
Flow Chart Metode Mencari Kerusakan Power Regulator
|
b. Topik:
Rangkaian Horizontal
b. Tujuan: Mengenal bagian Horizontal
Secara umum rangkaian horizontal berfungsi untuk membangkitkan
tegangan tinggi. Rangkaian hohzorital ini terdiri atas:
1. Oscilator horizontal.
2. Driver horizontal.
3. Penquat horizontal.
Kedua oscillator ini akan membangkitkan sinyal-sinyal atau tegangan-tegangan
defleksi horizontal dan vertical. kedua sinyal defleksi tersebut dibutuhkan
untuk mengatur scanning garis-garis pada layar CRT secara merata diseluruh
permukaan. Sinyal defleksi horizontal mengatur jalannya gerakan berkas electron
dari kiri ke kanan/scanning ke arah horizontal, sedangkan sinyal defleksi
vertical mengatur jalanya dari atas ke bawah.
Sinyal oscillator horizontal akan diperkuat oten driver horizontal sebelum
masuk ke penguat horizontal. Adapun tugas dan fungsi penguat horizontal adalah
:
1. Menghasilkan tegangan dengan bentuk dan amplitudo tertentu yang akan disalurkan
ke
defleksi horizontal.
2. Menghasilkan tegangan tinggi untuk tabung.
 |
Blok Diagram Rangkaian Horizontal
|
Didalam rangkaian horizontal, rangkaian pembangkit tegangan tinggi berfungsi
untuk menaikkan tegangan antara 10 KV - 50 KV. Sebelum tegangan tinggi ini
masuk ke anoda, CRT diratakan/diserahkan dahulu melalui dioda tegangan tinggi
(dioda HVREC). Jika Indikator menyala sedangkan layar tetap gelap maka IC
regulator (IC LM) patut dicurigai mengalami kerusakan.
Langkah Kerja
1. Ukuran tegangan pada transistor buffer/driver horizontal.
1. C=... Volt
1. E=... Volt
2. Ukur tegangan pada transistor penguat horizontal
2. B= ... Volt
2. C= ... Volt
2. E= ... Volt
c. Topik:
Rangkaian RGB
c. Tujuan: Mengenal bagian RGB
Rangkaian RGB terletak di bagian belakang CRT. Warna dasar yang dihasilkan
monitor ada tiga yaitu R=Red, G=Green, dan B=blue. Sedangkan warna-warna yang
dihasilkan setelah pencampuran dari warna dasar disebut warna sekunder atau
warna campuran. Rangkaian RGB terdiri dari:
1. Video buffer/driver
2. Penguat video/RGB
Rangkaian RGB ini juga disebut rangkaian atrix Adapun prinsip kerja -digkaiar,
metrix adalah mengubah teqangan perbedaan warna yang telah dicampur dengan
sinyai sinkronisasi yang diberikan demulator warna kembali menjadi tegangan
perbedaan warna.
Rangkaian metrix ini harus dapat mengadakan atau membuat agar perbandingan
antara amplitudo-amplitudo tegangan perbedaan warna itu dapat mempunyai harga
yang tepat, tak tergantung dari cara penguatan sebelumnya. Jadi dalam hal
ini rangkaian metrix tersebut hanyalah tinggal mengusahakan untuk memperoleh
amplitudo-amplitudo yang tepat dari ketiga tegangan-tegangan perbedaan warna
yang belum diredusir yang diperlukan oleh tabung gambar. Antara ketiga tegangan-tegangan
perbedaan warna tersebut harus mempunyai amplitudo yang relatif tepat bagi
tabung itulah maka tabung-tabung didalam rangkaian metrix itu harus sanggup
memberikan penguatan-penguatan yang cocok tegangan perbedaan warna itu, sesuai
dengan yang dibutuhkan oleh tabung gambar tesebut.
Langkah Kerja
1. Nyalakan Monitor
2. Ukur tegangan pada output IC Video
R= ... Volt
G= ... Volt
B= ... Volt
E= ... Volt
3. Ukur tegangan pada kaki katoda
KR= ... Volt
KG= ... Volt
KB= ... Volt
4. Ukur tegangan pada kisi katoda
G1= ... Volt
G2= ... Volt
G3= ... Volt
5. Ukur tegangan pada filamen = ... Volt
 |
Flow Chart pendeteksian kerusakan pada RGB
|
Bagian komponen yang rusak pada rangkaian RGB ini biasanya Resistor berdaya
besar yang terbakar, 3 buah transistor warna yang rusak atau adanya solderan
yang terlepas dari Board atau tidak terpasang baik.
d.
Topik : Deflection Yoke
d. Tujuan : Mengenal bagian Yoke Defleksi
Dalam leher tabung kita mengenal kumparan yoke defleksi
yang terdiri dari :
a. Kumparan untuk defleksi Horizontal
b. Kumparan untuk defleksi Horizontal
Dalam hal kumparan fokus pengaturan besar kecilnya arus diatur oleh sebuah
potensiometer. Guna pembelokan ini untuk menggerakan electron dari kiri ke
kanan/scanning horizontal. Sinyal ini berguna untuk mentrigger kumparan defleksi
horizontal, agar menjalankan gerak elektron dari kiri ke kanan pada akhir.
titik-titik gambar secara otomatis sinyal mati dan kembali lagi ke kiri dan
otomatis digeserkan kebawah pulsa blanking yang ditrigger sinyal vertical.
Cara kerja yoke defleksi vertical hampir sama dengan
orizontal hanya saja dalam arah yang berlainan yaitu vertikal. Akibat adanya
pembelok horizontal dan vertikal arah gerakan elektron tidak lagi ke kanan
dan ke kiri tetapi menyebar ke bidang atau ke seluruh permukaan layar tabung
dengan sama rata. Kedua kumparan ini diletakkan dalam leher tabung, akibatnya
arah gerak ekeltron tidak lagi vertikal atau horizontal tetapi dalam arah
resultan. hasil dari tarikan kedua kumparan ini akan menyebar dengan sama
rata. Di dalam prakteknya kumparan ini dijadikan satu dan dinamakan yoke defleksi
atau deflection coil.
Daftar
Kerusakan pada Monitor
|
No.
|
Jenis Rangkaian
|
Gejala
yang ditimbulkan
|
|
1.
|
Power
Regulator |
- Indikator padam dan layar gelap
- Gambar bergelombang
- Gambar mengecil secara horizontal dan vertikal |
|
2.
|
Horizontal |
- Indikator redup, layar gelap
- Gambar terlalu bergeser ke kiri atau ke kanan
- Gambar melebar ke kiri atau ke kanan
- Raster satu garis vertikal
- Gambar garis-garis hold
- Gambar terlalu kontras
- Gambar tidak fokus
- Gambar redup/gelap/kurang terang atau kontras
- Gambar lengkung di kedua sisi layar
- Terlihat blinking/garis-garis putih |
|
3.
|
Vertikal |
- Raster satu garis horizontal
- Gambar turun naik tidak berhenti
- Gambar memendek ke tengah layar
- Gambar terlalu memanjang ke atas
- Gambar terlalu bergeser ke atas/ke bawah
- Gambar memanjang bagian atas/bawah |
|
4.
|
RGB |
- Tidak ada warna
- Gambar tidak keluar/kurang jelas
- Gambar/tulisan tidak terlihat tapi raster terang
- Warna gambar tidak lengkap/ada warna terlalu dominan |
|
5.
|
Layar CRT |
- Indikator hidup layar gelap
- Filamen tidak menyala
- Gambar redup/tak terlihat
- Pada waktu power di OFF kan ada cahaya ditengah layar seperti korek
api
- Ada blanking berwarna merah/hijau/biru
- Ada bercak warna pada layar |
|
6.
|
Yoke Defleksi |
- Raster satu garis horizontal/vertikal
- Gambar travesium
- Gambar berbentuk lingkaran
- Gambar miring ke kiri/kekanan
- Warna gambar tidak fokus/terpisah
- Indikator hidup layar gelap |
Tips
Pengukuran dan Pengetesan Transistor
 |
| |
| Pengetesan Pada Transistor |
|
Kaki Pengetes
|
Hasil Pengukuran
|
|
+
|
-
|
|
B
|
E
|
Jarum menunjuk
|
|
B
|
C
|
Jarum menunjuk
|
| Catatan : Tahanan BE > Tahanan BC |
|
| |
| Pengetesan Pada Transistor Horizontal |
|
Kaki Pengetes
|
Hasil Pengukuran
|
|
+
|
-
|
|
B
|
E
|
Jarum menunjuk
|
|
B
|
C
|
Jarum menunjuk
|
|
E
|
B
|
Jarum menunjuk
|
| Catatan : EB < BE dan BC |
Kode DF (Dengan Dioda)
Kode AF (Tanpa Dioda) |
|
| |
| Pengetesan Pada Field Effect Transistor |
|
Kaki Pengetes
|
Hasil Pengukuran
|
|
+
|
-
|
|
S
|
D
|
Jarum menunjuk
|
|
D
|
S
|
Jarum menunjuk
|
| Catatan : SD > DS |
|